close -->
close
0


Ali radhiallahu anhu mengatakan, ada 4 momen kebaikan tertentu yang paling berat dilakukan. Yakni memaafkan ketika marah, berderma ketika pailit, menjaga diri dari dosa (iffah) ketika sendirian dan menyampaikan kebenaran padaorang yang ditakuti keburukannya atau diharapkan kebaikannya.
Saudaraku,
Renungkanlah. Momen-momen seperti itu sebenarnya yang sering menjadi celah rawan perampasan dan pencurian syetan. Sulit sekali kita memberi maaf ketika justru amarah seseorang meletup-letup dan dalam kondisi kita mampu melampiaskan amarah. Sulit sekali memberi, apapun, ketika kita sendiri sangat membutuhkannya. Sulit sekali memelihara diri dari dosa, bila kesempatan untuk melakukannya berulangkali terbuka lebar di depan mata kita, dan tidak ada orang lain yang mengetahui kita jika kita melakukannya. Lalu, seberapa mampu kita menyampaikan kebenaran pada orang yang kita takuti? Dan seberapa mampu kita menyampaikan kebenaran yang bisa menyakiti orang yang kita menanam harapan kepadanya? Itulah momen-momen yang sering membuat manusia tergelincir.

Saudaraku,
Ada satu kata yang sangat singkat untuk mengatasinya. Keikhlasan. Itu kuncinya. Keikhlasan membawa seseorang mudah memaafkan di kala marah. Ikhlas juga yang menjadikan seseorang ringan memberi meski ia membutuhkan. Ikhlas, yang membuat seseorang tak memandang situasi dalam beramal dan menjauhi maksiat, meski tak seorangpun melihat. Ikhlas juga yang membuat orang tak memandang risiko apapun dalam ia menyampaikankebenaran.





Berkat ikhlas, Rasulullah saw tercatat berhasil melewati momen-momen rawan tersebut. Rasul adalah sosok yang paling mudah memberi maaf, paling banyak memberi laksana angin, paling terpelihara dari penyimpangan di manapun, paling berani menyampaikan kebenaran pada siapapun. Benarlah ucapan Ibnul Jauzi rahimahullah, “Barangsiapa mengintip pahala (yang dituai karena keikhlasan), niscaya menjadi ringanlah tugas yang berat.” (Ar Raqa-iq, Muhammad Ahmad Rasyid)

Saudaraku,
Lihatlah wujud ketulusan dari keikhlasan lain yang dimiliki Ibnu Abbas. “Bila aku mendengar berita tentang hujan yang turun di suatu daerah, maka aku akan gembira meskipun aku di daerah itu tak mempunyai binatang ternak atau padang rumput. Bila aku membaca sesuatu ayat dari Kitabullah, maka aku ingin agar kaum muslimin semua memahami ayat itu seperti apa yang aku ketahui.”
Orang seperti Ibnu Abbas tak pernah memikirkan apa yang ia peroleh dari kebaikan yang ia lakukan. Ia cukup merasa bahagia, hanya dengan mendengar informasi kebaikan yang mungkin tidak terkait langsung dengan kepentingan pribadinya. Lebih dalam lagi keikhlasan yang diungkapkan oleh Imam Syafi’I, “Aku ingin kalau ilmu ini tersebar tanpa diketahui bila aku yang menyebarkannya….”

Saudaraku,
Dengan keikhlasan, kita jadi tak mudah diperdaya oleh nafsu. Dan itulah nikmat yang hanya dirasakan para mukhlisain. Seperti tertuang dalam nasihat Ibnul Qayyim, bahwa mengutamakan kelezatan iffah (menjaga diri dari perbuatan durhaka), lebih lezat daripada kelezatan maksiat. Dalam kesempatan lain ia mengatakan, “Rasa sakit (akibat azab Allah) yang ditimbulkan dari mengikuti hawa nafsu, lebih dahsyat daripada kelezatan sesaat yang dirasakan karena memperturutkan hawa nafsu.”Begitulah. Sampai akhirnya kita benar-benar mengerti dan meresapi perkataan salafusalih yang dikutip Syaikh Ahmad Muhammad Rasyid dalam Al Awa’iq, “Fi quwwati qahril hawa ladzah, taziidu alaa kulli ladzah.” Berusaha sekuat tenaga menekan hasa nafsu itu adalah kelezatan. Kelezatan yang berada di atas kelezatan…

Dikirim pada 08 April 2011 di Goresan Sederhana
28 Des


hidup oh hidup, ini hidup, entah sejak kapan aku hidup. pastinya sejak tuhanku menghendaki aku hidup. Aku tak pernah meminta untuk hidup, tapi tiba tiba sudah kudapati diriku ini hidup, dan kujumpai begitu banyak , makhluk yang sama sepertiku dan yang tidak sama sepertiku, yang semuanya itu hidup. ada juga ini dan itu yang ada disekitarku yang tidak hidup. Tentulah yang kukenal sebagai Tuhan, yang menghendaki semua kehidupan ini. tak pernah kuminta, tapi nyatanya aku ada dan hidup. Aku tak punya pilihan selain tetap hidup, sampai mati, dan katanya akan hidup kembali, tanpa pernah mati. Aku percaya itu.
tetap menjalani hidup, meneruskan hidup, memilih pilihan pilihan, antara hidup semau diri sendiri yang bodoh ini, atau hidup mengikuti yang diinginkan Tuhan yang menjadikan hidup ini. menikmati hidup, berterimakasih kepada pemberi kehidupan, mengikuti apa yang diperintahkannya, tanpa protes, hidup dengan cita cita, jalan, cara, dan tujuan yang mulia, atas kehendak dan tuntunan Tuhan, berharap dan meminta agar tetap hidup dalam kebaikan dan penjagaa pencipta, kemudian mati dengan baik, dan mejalani kehidupan setelah mati tanpa siksaan, tetapi hidup dalam kesyukuran, keridhoan dan atas ridho pencipta dan pemilik hidupku, Tuhanku, Allah.
Annakku, mkhluk Allah yang ada di rahimku,…. selamat datang, di kehidupan. sebagaiman aku telah melaluinya dulu, kau akan mengalaminya, hidup, dan datang ke dunia. Aku akan menunggumu nak, mari kita hidup bersama, karena itu yang Allah kehendaki. Aku yang kotor ini, diperintahkan oleh Allah untuk menjagamu, merelakan rahimku yang diciptakannya, sebagai tempat bagi awal kehidupanmu. Menjagamu agar kau tetap dalam fitrahmu, kesejatianmu sebagai ciptaanNya, hambNya,….
Anakku, aku menunggumu, menunggu saat ruhmu ditiupkan di dalam rahimku, menunggu saat kau lahir ke dunia dengan tangismu, itulah saat kesejatian hidup dimulai, aku akan belajar banyak darimu wahai manusia suci tannpa dosa…. aku menunggumu dengan bahagia, tapi aku juga pasti malu saat melihatmu nanti… betapa tidak telah banyak dosa dan kesalahan yang melumuriku, pantaskah aku memandang, menyentuh, merawatmu, bahkan mengajarimu tentang hidup, dan tentang TuhanMu,…..

Ella Mardia
27 des 2010


Dikirim pada 28 Desember 2010 di tulisan istriku
28 Des


Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
menyiapkan hidup, kini dan nanti. untuk kita, dunia, dan anak cucu, disini, dan di manapun, di dunia dan akhirat
menyadari hidup ini bukanlah milik diri. hidup ini adalah anugrah, dan amanah. nikmat, yang juga tugas. hidup tidak hanya untuk dinikmati, tapi juga dituntaskan. agar tak menyesal saat kehidupan ini berakhir, agar tak merugi saat hidup ini harus dipertanggungjawabkan.
hidup tidak hanya sekarang, tapi hidup pasti habis waktunya. maka, bagaimanakah agar hidup berlanjut, dan dapat berakhir dengan indah, tuntas, dan dilepas dengan ikhlas. tapi tetap ada bekas hidup yang bisa dilanjutkan oleh orang orang yang kita tinggalkan, saat waktu hidup kita habis. bekas berupa manfaat ilmu yang produktif, mencerahkan, dan terus diturunkan. bekas berupa harta halal yang barokah yang membangun dunia, meski kita tak lagi hidup di dunia. bekas berupa anak anak yang sholeh, berkualitas, yang akan membesarkan dunia dengan kebenaran, kepandaian, dan amal yang membangun dunia atas kemenangan Islam. anak anak yang barokah yang lahir dari rahim dan tumbuh dari bibit kita, pun anak anak ideologis yang lahir dari didikan kita.
lalu mampukah kita hidup yang penuh perjuangan yang benar, konsisten, barokah saat dijalani, tuntas saat harus berakhir, dan berbekas saat ditinggalkan, dan akhirnya, kita bersyukur pad kehidupan akhirat atas rahmat Allah, dan nikmat hidup di dunia, yang berbuah manis di Surga. Jawabannya adalah pada apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita kerjakan pada setiap detiknya. karena, layaknya istana, yang disusun atas pasir, kerikil, hingga batu, juga ornament lain, ataupun gubuk yang tersusun atas puing dan papan, hidup ini tersusun atas setiap detik, dengan kualitas detik itu masing masing.

Ella Mardia
12 Oktober 2010

Dikirim pada 28 Desember 2010 di tulisan istriku

Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, “Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus.” Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini:

1. Gelar taqwa
Taqwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah.
Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi dari itu. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu.
“Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS Al-Baqarah: 183)
Kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah kepada hambanya yang taqwa, antara lain:

a. Jalan keluar dari semua masalah
Kemampuan manusia amat terbatas, sementara persoalan yang dihadapi begitu banyak. Mulai dari masalah dirinya, anak, istri, saudara, orang tua, kantor dan sebagainya. Tapi bila orang itu taqwa, Allah akan menunjukkan jalan berbagai persoalan itu. Bagi Allah tidak ada yang sulit, karena Dialah
pemilik kehidupan ini.

“..Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath Thalaaq: 2)
“..Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Thalaaq: 4)

b. Dicukupi kebutuhannya
“Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. …”(QS. Ath Thalaaq: 3)

c. Ketenangan jiwa, tidak khawatir dan sedih hati
Bagaimana bisa bersedih hati, bila di dalam dadanya tersimpan Allah. Ia telah menggantungkan segala hidupnya kepada Pemilik kehidupan itu sendiri. Maka orang yang selalu mengingat-ingat Allah, ia bakal memperoleh ketenangan.

“Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. al-A’raaf: 35)

2. Bulan pengampunan
Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan.Beberapa hadis menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan Bukhari Muslim dan Abu Dawud, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni.”

3. Pahalanya dilipatgandakan
Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda, “Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya.”
(HR. Bukhari Muslim).
Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakan amalan wajib (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah). Maka perbanyaklah amal dan ibadah, mumpung Allah menggelar obral pahala.

4. Pintu surga dibuka dan neraka ditutup
“Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu. “(HR Muslim) Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit saja amal perbuatan yang dilakukan, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral. Orang yang tidak membeli akan merugi. Amal sedikit saja dilipatgandakan ganjarannya sedemikian banyak. Obral ganjaran itu untuk mendorong orang melakukan amal-amal kebaikan di bulan Ramadhan. Dengan demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan menggoda manusia.

5. Ibadah istimewa
Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadis qudsinya, “Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR Bukhari Muslim) Menurut Quraish Shihab, ahli tafsir kondang dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, puasa dikatakan untuk Allah dalam arti untuk meneladani sifat-sifat Allah. Itulah subtansi puasa.

Misalnya, dalam bidang jasmani, kita tahu Tuhan tidak beristri. Jadi ketika berpuasa dia tidak boleh melakukan hubungan seks. Allah tidak makan, tapi memberi makan. Itu diteladani, maka ketika berpuasa kita tidak makan, tapi kita memberi makan. Kita dianjurkan untuk mengajak orang berbuka puasa. Ini tahap dasar meneladani Allah.

Masih ada tahap lain yang lebih tinggi dari sekedar itu. Maha Pemurah adalah salah satu sifat Tuhan yang seharusnya juga kita teladani. Maka dalam berpuasa, kita dianjurkan banyak bersedekah dan berbuat kebaikan. Tuhan Maha Mengetahui. Maka dalam berpuasa, kita harus banyak belajar. Belajar bisa lewat membaca al-Qur’an, membaca kitab-kitab yang bermanfaat, meningkatkan pengetahuan ilmiah.

Allah swt setiap saat sibuk mengurus makhluk-Nya. Dia bukan hanya mengurus manusia. Dia juga mengurus binatang. Dia mengurus semut. Dia mengurus rumput-rumput yang bergoyang. Manusia yang berpuasa meneladani Tuhan dalam sifat-sifat ini, sehingga dia harus selalu dalam kesibukan.

Perlu ditekankan meneladani Tuhan itu sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia. Kita tidak mampu untuk tidak tidur sepanjang malam, tidurlah secukupnya. Kita tidak mampu untuk terus-menerus tidak makan dan tidak minum. Kalau begitu, tidak makan dan tidak minum cukup sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari saja.

6. Dicintai Allah
Nah, sesesorang yang meneladani Allah sehingga dia dekat kepada-Nya. Bila sudah dekat, minta apa saja akan mudah dikabulkan. Bila Allah telah mencintai hambanya, dilukiskan dalam satu hadis Qudsi, “Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya.” (HR Bukhari)

7. Do’a dikabulkan
“Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdo’a apabila dia berdo’a, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku. ” (QS. al-Baqarah: 186)
Memperhatikan redaksi kalimat ayat di atas, berarti ada orang berdo’a tapi sebenarnya tidak berdo’a. Yaitu do’anya orang-orang yang tidak memenuhi syarat. Apa syaratnya? “maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku. ”

Benar, berdo’a pada Ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi saw, “Tiga do’a yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan do’anya orang teraniaya. Allah mengangkat do’anya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. ‘Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Namun harus diingat bahwa segala makanan yang kita makan, kesucian pakaian, kesucian tempat, itu punya hubungan yang erat dengan pengabulan do’a. Nabi pernah bersabda, ada seorang yang sudah kumuh pakaiannya, kusut rambutnya berdo’a kepada Tuhan. Sebenarnya keadaannya yang kumuh itu bisa mengantarkan do’anya dia diterima. Tapi kalau makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya yang dipakainya terambil dari barang yang haram, bagaimana bisa dikabulkan doa’nya?

Jadi do’a itu berkaitan erat dengan kesucian jiwa, pakaian dan makanan. Di bulan Ramadhan jiwa kita diasah hingga bersih. Semakin bersih jiwa kita, semakin tulus kita, semakin bersih tempat, pakaian dan makanan, semakin besar kemungkinan untuk dikabulkan do’a.

8. Turunnya Lailatul Qodar
Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS. Al-Qadr). Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur’an diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu. Beberapa hadits shahih meriwayatkan malam laulatul qodar itu jatuh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti dirawikan Imam Ahmad, “Lailatul qadar adalah di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluh malam terakhir, malam keduapuluh satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau duapuluh tujuh atau duapuluh sembilan atau akhir malam Ramadhan. Barangsiapa
mengerjakan qiyamullail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharap ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang lampau atau yang akan datang.”

Mengapa ditaruh diakhir Ramadhan, bukan pada awal Ramadhan? Rupanya karena dua puluh malam sebelumnya kita mengasah dan mengasuh jiwa kita. Itu adalah suatu persiapan untuk menyambut lailatul qodar.

Ada dua tanda lailatul qadar. Al Qur’an menyatakan, “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan/ kedamaian sampai terbit fajar. (QS al-Qadr: 4-5)

Malaikat bersifat gaib, kecuali bila berubah bentuk menjadi manusia. Tapi kehadiran malaikat dapat dirasakan. Syekh Muhammad Abduh menggambarkan, “Kalau Anda menemukan sesuatu yang sangat berharga, di dalam hati Anda akan tercetus suatu bisikan, ‘Ambil barang itu!’ Ada bisikan lain berkata, ‘Jangan ambil, itu bukan milikmu!’ Bisikan pertama adalah bisikan setan. Bisikan kedua adalah bisikan malaikat.” Dengan demikian, bisikan malaikat selalu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal positif. Jadi kalau ada seseorang yang dari hari demi hari sisi kebajikan dan positifnya terus bertambah, maka yakinlah bahwa ia telah bertemu dengan lailatul qodar.

9. Meningkatkan kesehatan
Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya, dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat jam diproses di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum). Jika malam sahur dilakukan pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka, kurang lebih selama enam jam, alat pencernaan mengalami istirahat total.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Menghambat perkembangan atau pertumbuhan bakteri, virus dan sel kanker. Dalam tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang makan dan minum. Dengan menghentikan pemasukan makanan, maka kuman-kuman penyakit seperti bakteri-bakteri dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin.

Manfaat puasa yang lain adalah membersihkan tubuh dari racun kotoran dan ampas, mempercepat regenasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan syaraf.

10. Penuh harapan
Saat berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu buka, wah… rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Itulah harapan yang terkabul. Apalagi harapan bertemu Tuhan, masya’ Allah, menjadikan hidup lebih bermakna. “Setiap orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala berbuka puasa dan saat bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Bukhari).

11. Masuk surga melalui pintu khusus, Rayyan
“Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut rayyan yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup.” (HR.
Bukhari)

Minum air telaganya Rasulullah saw :
“Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain. Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau berkata, ‘Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu…Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagak dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)

12. Berkumpul dengan sanak keluarga
Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan syetan selama bulan Ramadhan. Di Indonesia punya tradisi khusus untuk merayakan hari bahagia itu yang disebut Lebaran. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan saling memaafkan satu dengan yang lain. Termasuk kerabat-kerabat jauh datang berkumpul. Orang-orang yang bekerja di kota-kota pulang untuk merayakan lebaran di kampung bersama kedua orang tuanya. Maka setiap hari Raya selalu terjadi pemandangan khas, yaitu orang berduyun-duyun dan berjubel-jubel naik kendaraan mudik ke kampung halaman. Silahturahim dan saling memaafkan itu menurut ajaran Islam bisa berlangsung kapan saja. Tidak mesti pada Hari Raya. Tetapi itu juga tidak dilarang. Justru itu momentum bagus. Mungkin, pada hari biasa kita sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak sempat lagi menjalin hubungan dengan tetangga dan saudara yang lain. Padahal silahturahim itu
dianjurkan Islam, sebagaimana dinyatakan hadis, “Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi! ” (HR. Bukhari)

13. Qaulan Tsaqiilaa
Pada malam Ramadhan ditekankan (disunnahkan) untuk melakukan shalat malam dan tadarus al-Qur’an. Waktu paling baik menunaikan shalat malam sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir (QS Al Muzzammil: 3). Tetapi demi kesemarakan syiar Islam pada Ramadhan ulama membolehkan melakukan terawih pada awal malam setelah shalat isya’ dengan berjamaah di masjid. Shalat ini populer disebut shalat tarawih. Shalat malam itu merupakan peneguhan jiwa, setelah siangnya sang jiwa dibersihkan dari nafsu-nafsu kotor lainnya. Ditekankan pula usai shalat malam untuk membaca Kitab Suci al-Qur’an secara tartil (memahami maknanya). Dengan membaca Kitab Suci itu seseorang bakal mendapat wawasan-wawasan yang luas dan mendalam, karena al-Qur’an memang sumber pengetahuan dan ilham.

Dengan keteguhan jiwa dan wawasan yang luas itulah Allah kemudian mengaruniai qaulan tsaqiilaa (perkataan yang berat). Perkataan-perkataan yang berbobot dan berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu berisi kebenaran. Maka orang-orang yang suka melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan kewibawaan.

14. Hartanya tersucikan
Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat.
Ada dua zakat, yaitu fitrah dan maal. Zakat fitrah besarnya 2,5 kilogram per orang berupa bahan-bahan makanan pokok. Sedangkan zakat maal besarnya 2,5 persen dari seluruh kekayaannya bila sudah mencapai batas nisab dan waktunya. Zakat disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya, harta yang tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaksejahteraan.

Dikirim pada 16 Juli 2010 di semoga bermanfaat

Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur
yang pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur
kedua sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang
tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di
jalur KA yang masih aktif.

Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi.
Kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA
tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah



tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang
bermain. Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang
bermain di jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta
tersebut tetap berada di jalur yang seharusnya?

Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil

Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya
mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yang sama
karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan
seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disyahkan baik
secara moral maupun emosional.

Namun sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur KA yang
sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk
bermain di tempat yang aman? Disamping itu, dia harus dikorbankan justru
karena kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya.

Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di
masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak
minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa
bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut. Nyawa seorang anak yang
memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur KA yang
berbahaya telah dikesampingkan. Dan bahkan mungkin tidak kita tidak akan
menyesalkan kejadian tersebut.

Seorang teman yang men-forward cerita ini berpendapat bahwa dia tidak akan
mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di
jalur KA yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif.
Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat.
Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka seorang anak
yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas karena dia tidak
pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut. Disamping itu,
alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut
sudah tidak aman. Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif
maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta. Dan
mungkin langkah yang telah ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak
dengan mengorbankan seorang anak, akan mengorbankan lagi ratusan nyawa
penumpang di kereta tersebut.

Kita harus sadar bahwa HIDUP penuh dengan keputusan sulit yang harus
dibuat. Dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang
cepat tidak selalu menjadi keputusan yang benar. "Ingatlah bahwa sesuatu
yang benar tidak selalu populer dan sesuatu yang populer tidak selalu
benar".

Dikirim pada 28 Juni 2010 di Goresan Sederhana
28 Mar

kenapa begitu sahabatku?
begitu ...
ya begitu!

merendahkan dirimu
untuk sesuatu ...
yang hanya meluntur maruahmu ..

menghinakan jiwamu
demi sesuatu ...
yang hanya menambah
bintik noda hatimu ...

mengorbankan imanmu ...
hanya kerana mahu
apa yang belum tentu jadi milikmu!

siapa tak cinta?
siapa tak merasa?
bilamana tercipta sebagai manusia ...

siapa tak mahu
siapa tak perlu
bila fitrah kasih Allah yang menentu ...

jangan fikir tak mengapa,
jangan sampai terasa biasa ...
yang buruk itu dosa,
takkan mungkin jadi pahala ...
yang noda tetap noda,
walaupun berdiri atas nama cinta!


usah mendengar nafsu
berbisik cinta melulu
ibarat hidup sehari
semuanya untuk hari ini!
umpama hidup selamanya
tak sedar-sedar lagi bila
waktu bertaubat menghindar dosa!

mengapa sahabatku?

kataku begini menghiris hatimu
hingga kau lari jauh ...
terlupa segala bekal ilmu yang dulu ..
terlupa cara kita,
budaya kita,
menghalang diri dari murkaNYA ...
faham kita,
iman kita,
cintaNYA tak mungkin
ditewas sesiapa!

di sini aku sahabat,
menghulur tangan,
memberi ingat ...
agar kau tak hanyut,
agar takkan terluput ...
faham amal bertunjang iman,
yakin taqwa menyuluh kehidupan ...

sedarlah pergi mana kita bisa lupa,
dek beratnya maksiat
terkumpul di jiwa ...
ilmu itu cahaya,
cahaya ALlah petunjuk jiwa ...
takkan bisa dirasa
bila ada yang menghalang sinarnya ...

kenangkan nanti anak-anak kita,
pergi mana jadi generasi
yang dalam redhaNYA,
bilamana kedua ibubapa,
tak bisa jadi pemimpin,
mengharung jalan dunia
yang terlalu banyak bersimpang dusta!

jangan nanti sahabat,
terpisah kita di jambatan akhirat,
hanya kerana dosa,
hanya kerana alpa,
hanya kerana nikmat
yang terlalu sementara!!

ingatkan aku sahabatku,
ingatilah jua bekal ilmu yang dulu,
bila ALLAH berkata ..
hanya TAQWA kuncinya
membuka pintu keselamatan jiwa ...
di dunia & di akhirat sana ..


ingatilah pesan kekasihNYA,
bila ia mengingatkan,
hanya dengan memelihara Tuhan,
bisa kita terpelihara harta,
jiwa segala-galanya ...
dan bisa DIA memelihara,
sebaik-baik harta di dalam jiwa,
iman BILLAH, cinta agungNYA!!

usah ragu sahabatku,
usah rasa keliru,
yang ditunjuk dunia
bukan amarNYA ...
yang dipamer manusia,
bukan cara iman kita ...

yakinilah di dalam hati,
cinta sejati
tak perlu melampaui
garis-garis syari’at ILAHI ...
biarkan ia berjalan
menyusur lembah sabar yang panjang
namun tiba di perhentian
dalam tiap langkahnya
penuh keberkatan ..

namun begitu sahabatku,
segalanya tak sepantas waktu
bak cepatnya hari berlalu,
beralih malam berganti siang,

kerna ...
seluas lautan sabar ...
dalamnya tak terduga,
merentasnya lelah nan panjang!!

Dikirim pada 28 Maret 2010 di Goresan Sederhana

Cerita tentang Gayus Tambunan saat ini memang tiada habisnya. Dari rumah masa kecilnya yang kontras dengan rumah sekarang hingga kisah kongkalikongnya dengan Andi Kosasih yang merembet ke Susno Duadji dan jenderal-jenderal kepolisian.

Kini, mata kita tertuju ke latar belakang kuliahnya dulu, kampus yang membawa dia bisa mengubah segala-galanya. Dari penghuni rumah gubuk menjadi penghuni ‘istana’ Kelapa Gading dengan seluruh fasilitasnya. Memangnya dia kuliah di mana sich? Semua sudah tahu, di STAN.

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara itu lengkapnya. Kampus pengubah nasib dan pencetak orang-orang ternama. Sebut saja Helmy Yahya, Hadi Purnomo, Misbakhun, termasuk kini yang tengah disorot, Gayus Halomoan Tambunan. Apa sich hebatnya STAN itu? Menurutku biasa-biasa saja, para mahasiswanya lah yang membuatnya luar biasa.

Saya tidak akan mengungkapkan secara detail sejarah dan seluk-beluknya, sekedar gambaran singkat bolehlah sebagai pengantar. Selanjutnya pembaca bisa membuka link situs resminya di stan.ac.id dan situs para alumninya di stan-prodip.info.

Profil Singkat STAN

Kita kesampingkan dulu cerita tentang Gayus yang sudah mencoreng almamater dan institusinya.

Saat persemian gedung STAN pasca BLU (foto stan.ac.id)
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara adalah Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) di bawah Departemen Keuangan (sekarang Kemkeu) yang menyelenggarakan Pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan. Tujuannya adalah untuk mendidik mahasiswa supaya mempunyai pengetahuan dan keahlian di bidang akuntansi dan keuangan sektor publik dan mempersiapkan mahasiswa agar kelak menjadi Pegawai Negeri Sipil yang berdisiplin kuat, berakhlaq tinggi dan penuh dedikasi.

Berdirinya STAN berdasarkan Keppres Nomor:45 Tahun 1974 jo Keppres Nomor : 12 Tahun 1967, dulu masih bernama IIK (Insititut Ilmu Keuangan). Mantan Dirjen Pajak, Hadi Purnomo lulus masih bernama tersebut. Pada tanggal 17 Maret 1975 melalui Surat Keputusan No.13495/MPK/1975 diperoleh izin penyelenggaraan pendidikan akuntan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Program Diploma Keuangan yang semula diselenggarakan terpisah dari STAN, kini dilimpahkan pengelolaannya kepada Direktur STAN sesuai dengan Surat Tugas Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan Nomor: ST-098/BP/1997 tanggal 31 Oktober 1997 dan Surat Edaran Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan Nomor: SE-048/BP/1998 tanggal 29 Oktober 1998.

Program Pendidikan yang diselenggarakan:

Program D III Keuangan Spesialisasi Akuntansi
Program D III dan D I Keuangan Spesialisasi Kebendaharaan Umum
Program D III dan D I Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai
Program D III dan D I Keuangan Spesialisasi Perpajakan
Program D III Spesialisasi Penilai (PBB)
Program D III Spesialisasi Pengurusan Piutang Lelang Negara (PPLN)

Lama pendidikan untuk Program Diploma I adalah 2 semester dan Program Diploma III adalah 6 (enam) semester.

Selain Program di atas juga diselenggarakan :

Program Pendidikan Asisten/Pembantu Akuntan, 2 (dua) semester.
(Peserta pendidikan adalah pegawai lulusan SLTA dan DI).

Program Diploma IV Keuangan Spesialisasi Akuntansi, 4 (empat) semester.
(Peserta pendidikan adalah pegawai lulusan D III yang telah bekerja selama 2 tahun, kecuali lulusan terbaik yang lulus Psikotest, berhak langsung ke D IV).

Sistem Pendidikan

Berlaku sistem SKS Paket, di mana mata kuliah yang ditempuh tiap semesternya sudah ditentukan oleh lembaga.

Berlaku sistem Drop Out (DO), yaitu:

Memperoleh nilai D pada Mata Kuliah Umum (MKU) dan Mata Kuliah Keahlian (MKK), lebih dari 2 nilai D pada Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK), atau nilai E pada semua mata kuliah;
IP semester ganjil di bawah 2,0 atau IPK tahun yang bersangkutan kurang dari 2,6
Tidak menghadiri kuliah lebih dari 20% jam efektif, atau 4 kali per mata kuliah dalam satu semester, kecuali ada keterangan sakit rawat inap dari dokter;
Berbuat curang saat ujian (menyontek, bekerja sama, dll).

Selain itu, terdapat peraturan dislipin perkuliahan di antaranya:

Setiap mahasiswa pria diwajibkan mengenakan kemeja lengan pendek/panjang motif polos, biru muda, abu-abu muda atau krem dan celana panjang warna gelap yang dilengkapi dengan ikat pinggang.
Setiap mahasiswa wanita diwajibkan mengenakan busana/blus lengan pendek/panjang motif polos, biru muda, abu-abu muda atau krem dan rok warna gelap.
Setiap mahasiswa dilarang memakai pakaian yang ketat; bahan jeans dan sejenisnya, berwarna mencolok/motif batik, kotak-kotak atau bergaris.
Bagi mahasiswa yang tidak mengikuti ketentuan atau melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman dislipin oleh pejabat yang berwenang menghukum.
Selama pendidikan, mahasiswa tidak dipungut biaya pendidikan dan tidak disediakan asrama.

Sumber : klik stan-prodip.info
***

Setiap tahun puluhan ribu pendaftar dari lulusan SMA dan SMK (SMEA) memperebutkan tiket menjadi mahasiswa STAN. Terakhir (Juli 2009), pendaftar STAN mencapai 120.000 siswa dari seluruh penjuru Nusantara dari 2.500 bangku yang disediakan. Cukup test sekali saja –disebut USM (Ujian Saringan Masuk)- berupa Tes Potensi Akademik, kurang lebih selama 180 menit (tiga jam). Lokasi test disesuaikan dengan domisili peserta ujian dan wilayah kerja kantor BPPK (Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan) tersebar di kota-kota besar Indonesia, dari Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, Makasar, hingga Jayapura.

Dari 29 pegawai Depkeu ini, hanya ada 9 orang lulusan STAN. Doakan kami dari ’angin besar’ itu. (foto Diklat PKN di kampus ’lama’ STAN/minami.2009)
Saya sendiri ikut USM STAN pada tahun 2001 di kampus STIE Kerjasama Yogyakarta. Saya cari lokasi terdekat dari domisili saya pada waktu itu. Banyaknya pendaftar menyebabkan lokasi ujian disebar di sekolah-sekolah dan kampus, termasuk stadion olahraga yang mampu menampung ribuan peserta, termasuk di Gelora Bung Karno Jakarta setiap bulan Juli. Dari 250 pendaftar satu SMA saya, terhitung kurang lebih 35 orang yang diterima, angka yang cukup fantastis untuk sekolah yang berada di pinggir sawah (mewah = mepet sawah). Bukan sekolah internasional sekelas SBI atau pun RSBI. Klik di sma1purworejo.sch.id untuk sekedar menengoknya.

Setelah menempuh perkuliahan selama enam semeter (program DIII) dan dua semester (DI), kita harus menandatangani kontrak kerja dan kinerja (pakta integritas). Harus mau ditempatkan di seluruh kantor operasional Departemen Keuangan yang tersebar hingga ke pelosok kabupaten di Indonesia. Selain itu kita juga menandatangani kontrak di atas materai untuk siap mengabdi kepada negara dan masyarakat (mulai era Menkeu Sri Mulyani).

Kini, Gayus telah mengkhianati kontrak tersebut, atau mungkin dulu belum ada waktu dia lulus (2000). Semoga tidak ada Gayus-Gayus lain. Sudah sepantasnya dia mendapat ‘penghargaan’ atas ‘pengabdiannya’ itu. Tentang siapa yang akan memberikannya, wallahua’lam.

***

Kisah Pribadi

Saya diwisuda tahun 2004 oleh Menteri Keuangan Boediono pada waktu itu dan langsung ditempatkan di Kota Bengkulu. Tempat yang cukup beruntung dibanding tempat lain semacam Buntok, Waingapu, Merauke, Pulau Weh (Aceh), Kep. Natuna, dan seluruh penjuru Nusantara lainnya. Kebetulan di tiap kota yang saya sebutkan tersebut, ada minimal satu teman SMA saya dengan berbagai cerita suka dan duka ketika kami sedang berkumpul bersama. Sungguh lucu dan kadang mengenaskan.

Saya ingin berbagi kisah tentang teman SMA saya -namanya Ario-, dia merupakan keponakan pejabat eselon II di Ditjen Perbendaharaan Negara, Depkeu. Meski begitu bukan berarti dia seenaknya bisa minta penempatan di kota sesuai yang dia kehendaki, semua harus melewati proses penyaringan. Mungkin karena prestasinya pas-pasan, akhirnya dia ‘dibuang’ ke Kota Buntok (Kalimantan Tangah). Sebuah kota yang hanya bisa ditempuh menggunakan kapal speedboat dari Laut Jawa menyusuri Sungai Mahakam ke arah jantung Pulau Kalimantan.

Katanya, ketika kita makan di warung makan –jangan bayangkan ‘warteg’ itu di pinggir jalan- sepanjang pinggiran Sungai Mahakam, jika pemilik warung tidak memiliki kembalian, siap-siaplah kita bawa plastik, karena kembalian kita berupa cabe hijau besar seharga seribu rupiah per buahnya. Dia sendiri pernah mengalaminya dan menjadi lelucon kami jika sedang reunian dengan teman-teman.

Kampus Pengubah Nasib

Melihat rumah Gayus sebelum dan sesudah menjadi pegawai pajak, memang membuat kita rekan-rekannya menjadi tersayat-sayat. Bukan karena kita tidak mampu atau mau seperti dia. Memang nasib bisa kita ubah dengan tangan kita, disertai kepurusan Yang Maha Kuasa tentunya. Namun, jika cara yang digunakan tidak elok, maka kenistaanlah yang akan didapat. Tidak hanya di dunia, namun sudah pasti di ‘alam sana’ suatu hari nanti.
’Sekolah marjinal’ saat peresmian gedung barunya (stan.ac.id)

STAN adalah sebuah harapan di antara PTK-PTK lain di negeri ini. Harapan bagi mereka-mereka golongan termarjinalkan yang tidak sanggup mengenyam nikmatnya bangku kuliah. Bagi saya yang hanya anak seorang guru SD, adanya STAN ini adalah kesempatan langka untuk mengubah nasib, dalam hal positif tanpa mengorbankan norma dan kepantasan yang berlaku. Saya kira bukan hanya harapan orang tua saya dan orang tua-orang tua yang lain. Kami tidak akan sanggup mampu membayar ‘uang masuk’ ke institusi yang masih menerapkan birokrasi busuk, yang kadang mematok tarif hingga seratus juta. Seperti halnya menjadi PNS di daerah penempatan saya dan mungkin di daerah-daerah lain sejak digulirkan otonomi daerah. Sesuai prinsip ‘kekeluargaan’ dan ‘gotong royong’. Hanya keluarga pejabat dan pemilik uang yang sanggup memasukinya. Kadang saya berpikir, buat apa mereka mengeluarkan puluhan juta hanya untuk menjadi PNS dengan gaji ala kadarnya. Bukankah dana sebesar itu bisa untuk modal usaha, buka warnet atau rental komputer misalnya?

Sejak penetapan STAN sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan sekitar dua tahun ini, memang membawa angin segar bagi pengelolaan keuangan yang mandiri. Mereka bisa melakukan swakelola bagi perbaikan kampus dan lingkungannya, tidak mengandalkan APBN seperti selama ini. Namun, kini STAN sebagaimana PTK-PTK lain sedang terancam dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) No. 14 tahun 2010 intinya tentang pembubaran perguruan tinggi kedinasan di bawah kementerian masing-masing. Arus ‘penolakan’ kini tengah digulirkan oleh para facebookers dalam grup 100 Ribu Mahasiswa Kedinasan Mohon PP 14 2010 Ditinjau Ulang.

Selain itu STAN juga sedang terancam kredibilitasnya dengan munculnya ‘STAN’ swasta. Perkuliahan yang mengambil lokasi di kampus STAN Bintaro dan dikelola oleh dosen-dosen di sana kadang disamakan dengan mahasiswa STAN yang berasal dari jalur USM. Dari segi lifestyle saja sudah njomplang antara mahasiswa STAN negeri dengan mahasiswa STAN swasta tersebut, maklum mereka berasal dari kalangan ‘the have’ yang mungkin sekedar ingin merasakan bagaimana suasana kampus ‘kaum marjinal’ tersebut.

Semoga STAN masih bisa bertahan dan tidak berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Nasional. Jika itu terjadi, niscaya peluang para orang tua yang kesulitan untuk menguliahkan putra-putrinya ke ‘kampus gratis’ tersebut akan sedikit tertutup, sama halnya ketika mereka hendak ke UI, ITB, Unair, dan sebagainya.

Almunus seperti Gayus Tambunan bukanlah cerminan alumni yang lain. Dari sekitar 25.000 alumni ‘kampus biru’ tersebut, saya rasa masih banyak yang berjalan sesuai jalurnya.

Anda orang tua, masih adakah yang tertarik menyekolahkan putra-putri Anda ke STAN?
Meski tidak diasramakan seperti halnya IPDN dan kampus-kampus PTK lainnya, di sekitar kampus STAN tersedia kos-kosan murah meriah tanpa meninggalkan kualitas dan kelasnya. Berada di perkampungan Betawi dengan keramah-tamahan ciri khas mereka. Bisa dicicil juga, ini yang terpenting (hehehe). Lokasi kos-kosan terbagi ke dalam empat kuadran yakni Kalimongso (Jl. Kalimongso) di sebelah utara dan timur laut kampus, PJMI (Perumahan Jurang Mangu Indah) di sebelah timur, kuadran Ceger (Jl. Ceger Raya) di sebelah utara, kuadran Sarmili (H. Sarmili) di sebelah barat, dan kuadran Ponjay (Perumahan Pondok Jaya) di sebelah selatan (gerbang kampus Jl. Raya Bintaro).
Jujur, dan mungkin rekan-rekan alumnus STAN berpendapat sama bahwa lingkungan sekitar kampus di sana adalah tempat ternyaman sepanjang hidupnya. Bukti konkret banyak alumni yang rela tinggal di sana meski jauh dari tempat kerjanya. Saya pun sebenarnya ingin menetap di sana. Kangen suasananya.

Silahkan bagi pembaca yang ingin membagi info ini, boleh dishare atau dilink, dengan senang hati, tadi sudah banyak yang request. Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang lain.

Artikel terkait :
Foto Rumah Gayus, Sebelum dan Sesudah Menjadi Pegawai Pajak
7 Alasan PNS Cenderung Korup
Yth. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden NKRI

sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2010/03/26/mengenal-kampus-stan-almamater-gayus-tambunan/

Dikirim pada 26 Maret 2010 di berita

Oleh : Redaksi 08 Oct 2009 - 11:00 pm


Setelah diberitakan bahwa pada 2050, benua Eropa menjadi benua dengan Muslim terbesar di dunia, kini, sebuah peta baru diungkap: 1 dari 4 orang di dunia adalah Muslim. Begitu laporan CNN pada Rabu (7/10). Jumlah Muslim ini mencakup keseluruhan dunia, dan laporan itu cukup terperinci. Adalah Pew Forum on Rleigion & Public Life yang merilis laporan ini dengan judul “Mapping the Global Muslim Population.”

India, negara dengan mayoritas penduduknya Hindu, mempunyai pemeluk Muslim demikian banyak, di bawah Indonesia dan Pakistan. Itu artinya, India mempunyai Muslim dua kali lipat banyaknya daripada Mesir.

China mempunyai Muslim lebih banyak daripada Syria. Jerman memiliki Muslim lebih banyak daripada Lebanon, dan Russia mempunyai Muslim lebih banyak daripada Yordan dan Libya bahkan jika keduanya digabungkan.

Dua dari tiga orang Muslim di dunia tinggal di Asia, tersebar dari mulai dari Turki sampai Indonesia. Timur Tengah dan Afrika Utara, yang menjadi rumah bagi 1 Muslim dari 5 penduduk di dunia menduduki peringkat kedua dalam penyebarannya.

Sekarang ini, di dunia terdapat lebih dari 1,57 milyar Muslim di dunia. Ini merepresentasikan 23 % dari total keseluruhan penduduk dunia yang berjumlah 6,8 milyar.

Kristen mempunyai pemeluk 2,25 milyar—berdasarkan laporan World Relgiions Database pada tahun 2005. Brian Grim, peneliti senior di proyek Pew Forum, sangat terkejut dengan perkembangan jumlah Muslim ini—ia mengatakannya langsung kepada CNN. “Jumlahnya melebihi apa yang saya perkirakan,” ujarnya.



Berita gembira ataukah ancaman?
Laporan ini—menurut Reza Aslan, penulis buku laris “No God but God”—bisa memengaruhi kebijakan PBB. “Penduduk di Timur Tengah semakin membuat kecil persentase pemeluk Muslim di seluruh dunia.” Komentarnya. “Jika sudah menyangkut Muslim di dunia, jumlah ini akan mengindikasikan bahwa pencapaian ini tak bisa difokuskan demikian kecil hanya di Timur Tengah saja.”

Reza Aslan yang mempunyai darah Iran-Amerika ini menambahkan bahwa jika tujuan dari laporan ini seharusnya untuk menyatukan pengertian antara PPB dan umat Muslim, maka fokusnya seharusnya di Asia selatan dan Asia Tenggara, bukan Timur Tengah. Reza sendiri mengatakan hal tersebut sebelum laporan Pew Forum dipublikasikan kepada publik. Komentar Reza sangat beralasan mengingat sekarang umat Muslim dipojokkan dengan isyu teroris.



Muslim, sebuah proyek besar
Menurut Grim, laporan ini dikerjakan selama tiga tahun dengan melibatkan 232 negara di dunia. Tujuan mereka adalah mendapatkan gambaran yang jelas akan populasi Muslim di dunia pada saat ini. Mereka mendatangi sensus dan survey nasional di setiap negara. Pew Forum menyebutkan laporan ini sebagai “proyek terbesar”. Detail penuhnya dan bahkan apa yang ditemukan oleh para peneliti ini sangat mengejutkan.

“Ada negara yang kami perkirakan tak ada umat Muslimnya, ternyata jumlahnya sangat besar,” ujar Alan Cooperman, associate director Pew Forum, seraya menyebutkan India, Russia, dan China.

Yang lainnya, 2 dari 5 orang Muslim hidup di negara dimana mereka menjadi minoritas. Menurut Cooperman, sementara orang berpikir bahwa populasi Muslim di Eropa lebih banyak imigran, itu hanya terjadi di Eropa bagian barat saja. “Sisanya di Russia, Albania, Kosovo, dan yang lainnya, adalah penduduk Asli. Lebih dari separuh Muslim di Eropa adalah penduduk asli.”

Cooperman juga mengatakan terkejut mendapatkan populasi Muslim di Afrika bagian gurun Sahara. Ada 240 juta Muslim di sana—dan itu artinya 15% dari jumlah keseluruhan Muslim di dunia.

Islam tak pelak menjadi satu-satunya agama yang berkembang sangat pesat di dunia, dengan negara seperti Nigeri yang jumlahnya Muslim-nya sekarang sama dengan Kristen. Menurut Pew Forum, Nigeria juga menjadi negara keenam terbesar penduduk Muslim-nya.



Islam di masa depan
Secara kasar, sembilan dari 10 Muslim di dunia adalah pemeluk Sunni, dan satunya lagi adalah Syi’ah. Satu dari tiga Syi’ah tinggal di Iran. Sisanya di Iraq, Azerbaijan, dan Bahrain. Dan dari data statistik ini, sangat sulit menemukan Islam sektarian.

Penemuan ini hanya tahap pertama dari proyek Pew Forum. Tahun depan, mereka rencananya akan mengeluarkan laporan tentang perkembangan Muslim di masa depan, dan focus penelitian mereka akan melibatkan umat Kristen, dan pemeluk agama lainnya. Kata Grim, “Kami tidak hanya peduli kepada Muslim. Kami mencoba memotret perkembangan agama di dunia ini.” (sa/cnn/eramuslim)

ISLAM BERKEMBANG DI EROPAH

http://www.youtube.com/view_play_list?p=76EC31E6A38E87BB


MY BEAUTIFUL JOURNEY TO ISLAM

http://www.youtube.com/view_play_list?p=08CC485BB6581507


ISLAM DI AMERICA

http://www.youtube.com/view_play_list?p=DF196E0E46CB73B5


MUALAF DI AMERICA PASCA 911

1. http://www.youtube.com/view_play_list?p=8755562A72C31638

2. http://www.youtube.com/view_play_list?p=B8461040249E633E

sumber : http://swaramuslim.com/islam/more.php?id=5721_0_4_0_M

Dikirim pada 28 Februari 2010 di berita


Satria Hadi Lubis, MM.MBA
Konsultan Manajemen Kehidupan & Penulis Buku-buku Tarbiyah

Faiz yang belum lama menyelesaikan kuliahnya sedang termenung memikirkan kelanjutan hidupnya untuk bekerja hingga suatu ketika datang kawan lamanya menawarkan sebuah posisi diperusahaannya. Faiz agak terkejut akan penawaran tersebut dan bertanya pada kawannya, “Kenapa Saya? “ teman itu pun menjawab, “ Karena saya yakin kamu orangnya baik, jujur dan pintar, saya yakin itu, karena dulu sewaktu kuliah kamu ‘kan ikut kegiatan mentoring.”
Mentoring? Ya mentoring adalah kegiatan bersama yang dilakukan untuk membina kualitas hidup seseorang. Mengikuti mentoring ternyata mengasyikkan. Cerita diatas merupakan sekelumit gambaran sebuah manfaat seseorang mengikuti mentoring. Dan ternyata banyak sekali manfaatnya bila kita ikut mentoring.
1. Punya banyak teman,
Dengan ikut mentoring kita jadi punya banyak teman dan lebih hebatnya lagi kita tidak keliru memilih lingkungan pergaulan. Karena gaul kita adalah gaul yang bersih dan lurus. Jauh dari perbuatan-perbuatan buruk apalagi sampai melanggar hukum (narkoba dan sebagainya). Karena teman-teman kita adalah mereka yang tidak akan menjerumuskan kita pada kerusakan melainkan mereka adalah teman sejati yang mengajak dan mengingatkan kita agar selalu pada jalan kebaikan. Asyikkan?
2. Bisa jadi tempat curhat,
Di mentoring kita mendapatkan tempat curhat. Kita dapat sharing tentang berbagai permasalahan baik yang bersifat umum maupun pribadi. Sehingga akan terasa ringan rasanya beban yang ada bila telah menceritakan permasalahannya pada orang lain. Dan mereka yang berada di mentoring merupakan mereka yang dapat dipercaya untuk menyimpan permasalahan kita serta memberikan solusi-solusi pemecahannya. Asyikkan?
3. Membentuk kepribadian yang utuh.
Alhamdulillah, kita bisa lebih mengenal karakter pribadi kita dan kita dapat membenuk kepribadian kita agar menjadi pribadi yang utuh (sholeh) dan bermanfaat bagi sesama. Dengan memahami jati diri kita sebagai hamba Allah, kita akan lebih memahami akan makna hakiki dari kehidupan ini. Peran-peran hidup yang kita jalani dan apa tujuan kita hidup dimuka bumi ini. Kata lainnya jadi sering introspeksi diri. Asyikkan?
4. Hidup makin terarah
Mengapa tidak? Setiap pekan bahkan setiap saat kita selalu mendapatkan masukan dan nasehat (kontrol) bagi setiap aktifitas kita. Ibarat seorang pengendara yang disetiap jalan ada petunjuk lalu lintas, tentunya akan mempermudah untuk mencapai tujuan. Dan tujuan hidup kita pun jadi semakin terarah bilamana kita sering mendapatkan rambu-rambu kehidupan. Dan ini hanya kita dapat di mentoring. Intinya kita selalu mendapat kontrol baik dari diri sendiri maupun dari orang lain. Asyikkan?
5. Mendapat wawasan keislaman
Di dalam kegiatan mentoring, pemahaman wawasan Islam, Alhamdulillah jadi bertambah, tidak hanya tahu tentang ibadah-ibadah yang sering dilakukan seperti shalat, puasa ramadhan dan sebagainya tetapi juga mendapatkan wawasan keislaman yang integral (utuh dan menyeluruh) yang dapat menjadi pedoman dalam mengarungi hidup ini, Asyikkan?

6. Mendapatkan pahala.
So pasti, dengan ikut kegiatan mentoring berarti kita juga sedang menuntut ilmu. Dan tentunya curahan pahala dan rahmat akan selalu turun menyertai hambanya yang sedang menimba ilmu dan menambah wawasan ajaran-Nya. Pahala yang tidak pernah terputus karena salah satu amal yang pahalanya akan terus mengalir dan tidak pernah berhenti adalah ilmu yang bermanfaat. Asyikkan?
Mungkin ini hanyalah sebagian dari keasyikan-keasyikan kita dalam mengikuti mentoring. Keasyikan yang terkadang juga membuahkan hasil di masa depan, seperti kisah Faiz diatas. Atau kisah seorang ibu yang merasa bersyukur pernah aktif dikegiatan mentoring hingga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari anaknya yang bersekolah di sebuah TK Islam. Sehingga sering kita mendengar ucapan, ”Alhamdulillah dulu saya ikut mentoring, coba kalau tidak, mungkin .... ”
Wallahu’alam

Dikirim pada 21 Februari 2010 di semoga bermanfaat
02 Feb


Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}


Lihat-lihatlah bunga yang sedang mekar
Tiba saat mengucapkan selamat pagi
Masa depan semua mari kita bangun
Lalalala lalalala bernyanyi bersama

Saya hidup di bumi ini
Masa depan dengan kapal angkasa
Mari kita banyak-banyak Berikhtiar
Menjadikan satu-satu kita wujudkan

Kita hidup di bumi ini
Pagi ini esok dan seterusnya
Masa indah sangat banyak kota impian

……


Pagi itu aku melihat lagi serial kesukaanku.. lama sekali tak melihatnya.
Yupz ana suka animasi anak-anak, kartun.., upin-ipin, dsb.
Ehm memang g’ masuk akal kisah di doraemon, ada baling baling bamboo, pintu kemana saja, ada yg bilang kek Tuhan aja semua bisa di kabulkan. Terlepas dari itu ada nilai nilai yang di ajarkan, yaitu tentang kesetia kawanan, semangat kerjasama, hal ini bisa di lihat di doraemon the movie.
Liat positif nya aja, toh yg nonton dah segede ini, jadi dah paham mana yang baik mana yang buruk. Namanya jg kartun, imajinasi pengarangnya pasti tinggi. Kalo g’ hiperbol ya bukan kartun keknya.:D
Jadi klo untuk anak anak atau adik adik kita ya di dampingilah, jangan biarkan nonton sendiri. Biar tontonan itu dapat di ambil manfaatnya.
Tul kan ?
betul betul betul.( ipin mode on :D)

Hmmm…
Ketika mencermati lagu di akhir acara doraemon ternyata ada ibroh yang dapat kita ambil
Setidaknya ada empat hal dalam lirik tersebut..
Pertama tentang pentingnya kerjasama, jama’ah.., kedua tentang pentingnya ikhtiar atau usaha, ketiga tentang bertahap dalam mewujudkan cita itu.. kemudian yang keempat adalah optimis atau keyakinan.


Pertama menngenai jama’ah atau kelompok

Dalam jama’ah sangat penting dalam mewujudkan cita-cita, kalau dalam dunia modern mungkin namanya organisasi yang di manage dengan baik. Dalam hal apapun kita memerlukan yang namanya jama’ah atau organisasi, kerjasama.
Teringat perkataan imam Ali yang kira –kira begini “ kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir”
Imam hasan albana pernah berujar “ srigala hanya menerkam kambing dari kawanan”
Bahkan pepatah lokalpun ada “ bersatu kita teguh , bercerai kita runtuh “
Yupz himpunan lidi yang tlah di ikat dengan simpul yang kuat akan mampu menyapu segala jenis sampah maupun kotoran, meski terkadang patah satu dua batang lidi tersebut.



kedua ikhtiar..
Ikhtiar atau usaha, islam tidak menyukai orang yang berpaku tangan. Jadi selain doa kita memerlukan ikhtiar atau usaha. Setelah semua itu barulah kita bertawakal kepada Allah.
Sebagai perumpamaan, ada seseorang yang baru saja dari perjalanan jauh dia menaruh sepeda motornya begitu saja di pinggir jalan untuk istiahat di sebuah losmen, tanpa mengunci untuk mengamankan sepeda motornya, dia hanya berdoa saja kepada Allah . Tapi keesokan harinya ia mendapati spedanya hilang.. apakah dia mau protes sama Allah?.. tentu aneh kan jika dia mau protes?. Setiap akibat pasti ada sebabnya, nah ikhtiar itu adalah sebabnya itu. Usaha, tidak tiba-tiba seseorang itu kaya tanpa usaha, tidak tiba-tiba seseorang itu sukses. Semua butuh usaha..
Jika doa dan ikhtiar ibarat sebuah garis, maka tawakal itu ada di ujung garis tersebut. Usaha itu di lihat dari sisi nyatanya, sedang doa adalah yang berkelahi dengan takdir di langit.. selanjutnya serahkan kepada Allah.

Yang ketiga adalah bertahap dalam mewujudkan cita
Tidak ada hal yang instant di dunia ini, kecuali mi instant..:D, eh g’ juga , untuk menjadi mi instant, ia juga butuh proses ada tahapan tahapanya, dari pemilihan gandum, pembersihan, pemasakan sampe masuk tersaji di piring kita ( afwan g’ tau prosesnya ^^,v). lha wong kalo mau sekolah aja kita dah di bagi-bagi dari kelas TK sampai kuliah, semua dah ada tahapannya, tidak tiba-tiba menjadi sarjana.
Seperti membangun rumah, kita harus membangun pondasi dulu, baru tembok, temboknya, kemudian atap, barulah jadi dan ia dikatakan rumah.
he eh satu satu kita kerjakan, jika satu pekerjaan telah selesai bersiaplah menatap tugas berikutnya. Semua itu berawal dari hal kecil, kemudian ia berubah menjadi besar,

Keempat adalah optimis atau yakin
Yupz. Kita harus optimis, yakin bahwa kita akan berhasil. Pernah seorang sahabat berujar ke ana, bahwa syukur itu bisa di cicil. Jadi sebelum cita kita itu tercapai kita sudah bersyukur duluan. Alhamdulillah ana dah membuktikannya, doa ana di kabulkan dan ana sudah beryukur duluan, “Masa indah sangat banyak kota impian”

“telah menang orang yang masuk islam, di beri rizki secukupnya dan di puaskan Allah dengan pemberian-Nya” HR MUSLIM

Orang yang bahagia adalah orang yang dapat mengambil pelajaran dari masa lalu, antusias di masa kininya dan optimis utuk masa depannya.

Yah mungkin itu yang bisa sedikit ana goreskan, maklum masih newbie.. tulkan ?
Betul betul betul ( ipin mode on).. :D

Wallahu’alam


"Allohuna inni as alukal huda wattuqaa wal �afaafa wal ghinaa"
Ya Alloh sungguh aku memohon kepada-Mu semoga Engkau berkenan memberikan petunjuk, ketaqwaan, kehati-hatian, dan perasaan cukup. Amin

Aa’ wirabumi

Dikirim pada 02 Februari 2010 di Goresan Sederhana
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

misterius dan bikin penasaran :D, kalau g’ mau penasaran add dan tanya langsung aja :D Tetap Sehat Tetap Semangat B-) More About me

Page
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 156.228 kali


connect with ABATASA